Workshop yang berlangsung selama Dua hari ini diselenggarakan pada Universitas Gadjah Mada khususnya FEB UGM yang bekerjasama dengan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Mandiri (LPMM) mengundang para pendidik baik Dosen, Guru dan Penggerak Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) untuk masuk dalam sebuah lingkaran yang sama yaitu bagaimana mengelola dana desa yang tepat guna dengan menggunakan sistem aplikasi Akuntansi Keuangan Desa yang terintegerasi dan peserta juga di tuntut untuk berani terjun langsung menjadi pendamping di desanya masing-masing.

Acara ini dibuka oleh Dekan FEB UGM yang di wakili oleh Ibu Choirunnisa Arifa, S.E., M.Sc., Ph.D. Pada kesempatan tersebut beliau menyampaikan bahwa FEB UGM sangat menyambut positif dan bangga karena peserta yang hadir pada kesempatan ini berasal dari seluruh perwakilan wilayah  indonesia yang di hadiri oleh 53 peserta, yang dimana termasuk dua Dosen Perwakilan dari STIE YBPK Palangka Raya yaitu Christian Radiafilsan, SE., M.Pd dan Maria Yanida, SE., MSA., Ak.,Ca.

Direktur LPMM Eka Risti Damayanti, SSi., MT juga menyampaikan sambutan pembukaan kepada peserta yang telah hadir dalam workshop tersebut, beliau menyampaikan bahwa pertemuan ini adalah cikal bakal atau pilot project dari sebuah sistem yang nantinya akan di gunakan di seluruh plosok desa  di indonesia, oleh karena itu beliau mengharapkan para peserta dapat selalu terkoneksi dan menjadi pilar-pilar Ekonomi kebangsaan di tempat tugasnya masing-masing.

Sony Warsono, MAFIS., Ak., CA., Ph.D. pembuat aplikasi sidek.ugm sekaligus pakar akuntansi dan selaku dosen di UGM ni menyampaikan bahwa aplikasi ini jauh dari kerumitan akuntansi pada umumnya, aplikasi dibuat sudah sesuai UU No. 06 Tahun 2014 tentang desa, dan aturan turunannya, Prinsip dasar App sidek desa ini bukan menggantikan App yang ada tetapi justru membantu penyelesaian administrasi yang ada, tentu saja App yang dibuat untuk mempermudah pengguna atau user friendly artinya para calon pendamping dan peserta yang hadir pada kesempatan itu tentu sangat mudah baik dalam pemahaman hingga implementasi. Peserta yang saat itu masuk pada pengenalan aplikasi Keuangan Desa di Lab.akuntansi FEB UGM mendapatkan banyak materi yang membuka cakrawala para peserta. Sehingga dampak dari pada pertemuan workshop ini nantinya membangun jaringan antara perguruan tinggi (UGM), penggiat, dan Pengelola desa dalam rangka penerapan akuntansi keuangan desa diseluruh wilayah Indonesia.

 

AKUNTANSI DESA DAN PEMBERDAYAAN EKONOMI
Tagged on:                 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.